Ambon,Kabarmaluku.id — Upaya memperkuat koordinasi pembangunan infrastruktur di kawasan konservasi terus dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku. Kepala BPJN Maluku, Yana Astuti, bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Taman Nasional Manusela (TN Manusela) dalam rangka monitoring lapangan di Pulau Seram dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai ketentuan konservasi.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPJN Maluku didampingi Kepala Seksi Preservasi Judith Wattimury, Plt. Kepala Seksi PJJ Jonas Hitijahubessy, Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol, PPK Pengawasan Cherry Tatipikalawan, serta sejumlah staf teknis. Mereka disambut langsung oleh Kepala Balai TN Manusela, Deny Rahadi, yang mengapresiasi langkah koordinatif BPJN Maluku.

Pertemuan ini berfokus pada pembahasan teknis pekerjaan penggantian Jembatan Baru Wai Besi IV, salah satu bagian dari ruas jalan nasional yang melintasi kawasan konservasi Pulau Seram. Mengingat lokasi pekerjaan berada di area lindung, pembangunan membutuhkan penanganan khusus untuk memastikan tidak mengganggu ekosistem.

Kedua pihak membahas berbagai aspek penting, mulai dari pengendalian dampak lingkungan, kesesuaian desain konstruksi dengan karakteristik kawasan, hingga pemenuhan prosedur perizinan sesuai regulasi konservasi. BPJN Maluku menegaskan komitmen untuk menjalankan pekerjaan secara hati-hati dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Konsultasi dan koordinasi ini sangat penting agar pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Kami siap mengikuti seluruh aturan dalam proses pembangunan Jembatan Baru Wai Besi IV,” ujar Yana Astuti.

BPJN Maluku menegaskan komitmennya menjaga sinergi dengan Balai TN Manusela dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Tujuannya, pembangunan jalan nasional di Pulau Seram tidak hanya mendukung konektivitas masyarakat, tetapi juga tetap menjamin keberlanjutan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi.(***)