BULA,KabarMaluku.id–Kalau yang lain kerjanya hanya koar-koar dan mencari kesalahan orang lain, berbeda dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku di bawah komando Dr. Yana Astuti, ST. MT sebagai Kepala Balai. Dalam diam, BPJN Maluku terus melakukan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai bentuk komitmen mendukung Pemerintah Provinsi dan 11 Kabupaten / Kota di Maluku.

Ada sejumlah paket pekerjaan yang kini ditangani oleh BPJN Maluku, dan salah satunya yakni dua pekerjaan strategis di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Dua pekerjaan ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur jalan nasional yang dibiayai melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan target penyelesaian keseluruhan program pada tahun 2027.

Dua pekerjaan tersebut yakni Pembangunan ruas Kota Baru–Air Nanang dan ruas Bula–Masiwang–Air Nanang yang didalamnya beberapa buah jembatan yang juga dibangun seperti penggantian Jembatan Wai-Dawang.
Kepala BPJN Maluku Yana Astuti saat lalukan Monitoring dan Evaluasi di SBT tersebut didampingi oleh Kepala Seksi Preservasi, Judith Wattimuwy, Plt. Kepala Seksi PJJ, Jonas Hitijahubessy, Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, serta staf teknis BPJN Maluku lainnya.

Kepada media ini Yana Astuti mengatakan, pemanfaatan pembiayaan SBSN menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk peningkatan konektivitas di wilayah Maluku, dan di Kabupaten SBT yakni Pembangunan ruas Kota Baru–Air Nanang dan ruas Bula–Masiwang–Air Nanang.

“Pekerjaan yang berlangsung di kedua ruas tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur jalan nasional yang dibiayai melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ditargetkan penyelesaian keseluruhan program nntinya pada tahun 2027. Dan Pemanfaatan pembiayaan SBSN menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk peningkatan konektivitas di wilayah Maluku,” ungkap lulusan terbaik program Doktor pada Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada ini.

Lebih lanjut ditegaskan Astuti, monitoring berkala di lapangan akan terus dilakukan karena menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas.
“Pemantauan rutin ini juga penting, untuk mengidentifikasi potensi kendala sejak dini sehingga dapat segera ditangani dan tidak menghambat penyelesaian pekerjaan di lapangan. karena BPJN Maluku terus berkomitmen meningkatkan koordinasi dan pengawasan agar pembangunan infrastruktur jalan nasional dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat,” jelas Astuti.

Dalam kunjungan di Kabupaten SBT kemarin, Kepala BPJN Maluku dan rombongan melakukan monitoring awal pada ruas Kota Baru–Air Nanang. Hal ini guna meninjau pekerjaan pembangunan jalan yang menjadi salah satu koridor penting penghubung wilayah permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BPJN Maluku menekankan pentingnya pengendalian mutu, pemenuhan spesifikasi teknis, serta percepatan progres untuk memastikan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju ruas Bula–Masiwang–Air Nanang untuk meninjau pekerjaan penggantian Jembatan Wai-Dawang, Cs. Jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah dan jalur distribusi barang. Dalam tinjauan tersebut, Kepala BPJN Maluku ingin memastikan bahwa aspek keselamatan konstruksi, ketepatan waktu, serta kualitas material mendapatkan pengawasan yang optimal.

Untuk diketahui, Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten SBT memang menjadi prioritas utama, mengingat kondisi jalan dan Jembatan mengalami rusak parah akibat sudah termakan usia sejak dibangun oleh Pemerintah daerah baik Provinsi dan Kabupaten.

Belum lagi kondisi keuangan daerah yang tidak mungkin membiayaainya, sehingga BPJN Maluku merasa perlu untuk membantu Pemerintah Daerah melalui pembiayaan dari Pusat, agar jalur penghungun satu-satunya antar kabupaten SBT dan Maluku Tengah ini bisa aman dan nyaman dilalui oleh kendaraan dan Masyarakat.

Dan salah satu paket pekerjaan yakni Pembangunan ruas Kota Baru–Air Nanang merupakan ruas jalan Provinsi yang akhirnya bisa tertangani ketika diusulkan dan dikerjakan oleh BPJN Maluku.

Ini sekaligus menjadi bukti nyata, bahwa kehadiran BPJN Maluku adalah komitlen untuk membantu Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota yang terkendala soal anggaran untuk membiayaai pembanguan infrastruktur jalan dan jembatan.(SLP)