MALUKU TENGAH,KabarMaluku.id–Kondisi ruas jalan nasional Waipia–Saleman di Kabupaten Maluku Tengah kembali menjadi sorotan. Meski Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku mengklaim telah menangani sejumlah titik longsor, kerusakan jalan dan potensi bahaya bagi pengguna masih kerap dikeluhkan masyarakat.

Ruas yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Pulau Seram itu diketahui memiliki karakter geografis ekstrem dengan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut mempercepat munculnya lubang jalan (potholes), penurunan badan jalan, hingga longsoran di sejumlah titik rawan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Elsina Malindir, menyebut pihaknya telah melakukan penanganan bertahap. “Hingga saat ini, kami telah menyelesaikan perbaikan permanen pada 12 titik longsoran utama,” ujarnya.

Titik-titik tersebut berada di STA 05, STA 06, STA 07+980, STA 08+165, STA 09+220, STA 10+880, STA 13+360, STA 13+400, STA 14+000, STA 14+100, STA 20+700, dan STA 39+700. Namun, di lapangan, kerusakan baru masih terus bermunculan. Pengguna jalan mengeluhkan lubang besar dan badan jalan yang amblas, terutama saat hujan deras, yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

Menanggapi hal itu, BPJN mengaku telah melakukan langkah cepat berupa identifikasi titik kritis, pemasangan rambu peringatan, hingga pembatas jalan sebagai mitigasi awal.

Untuk titik STA 04 yang disebut kerap memicu kecelakaan, penanganan permanen diklaim sudah masuk dalam rencana kerja. Meski demikian, muncul kritik publik terkait lambannya penanganan menyeluruh. BPJN membantah adanya pembiaran dan menyebut proses pengadaan proyek Tahun Anggaran 2026 masih dalam tahap tender.

“Beberapa titik krusial akan ditangani secara struktural agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem,” jelas Malindir. Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik masyarakat dan berkomitmen meningkatkan respons lapangan. Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan tidak sebatas tambal sulam atau rambu peringatan, melainkan solusi permanen. Pasalnya, ruas Waipia–Saleman merupakan urat nadi ekonomi yang menopang distribusi logistik, hasil bumi, hingga mobilitas warga antar kabupaten di Pulau Seram. “Jalan ini sangat vital.

Kalau rusak atau longsor, aktivitas ekonomi langsung terganggu,” kata salah satu pengguna jalan. BPJN pun mengimbau pengendara tetap waspada saat melintas, terutama dalam kondisi cuaca tak menentu. “Target kami memastikan jalan nasional bukan hanya terhubung, tapi mantap dan aman dilalui,” tutup Malindir.